Toyota Surabaya

VIVI DWI KURNIAWATI
SALES EXCECUTIVE SUZUKI
DISKON SUZUKI SURABAYA
BBM:

Berita

First Impression Review Suzuki SX4 S-Cross Facelift 2018 Indonesia

Menjelang tutup tahun 2017, sepak terjang pabrikan dalam memperkenalkan model baru tidaklah kendor. Suzuki misalnya, yang tertangkap basah sedang mempersiapkan segala sesuatunya supaya bisa memperkenalkan Suzuki SX4 S-Cross facelift 2018 baru. Kami sudah menyampaikan semua yang bisa digali, termasuk soal kenaikan harga yang selisih 7 jutaan dibanding SX4 S-Cross sekarang.

Namun capek juga kalau tidak melihat mobilnya langsung. Kebetulan, di sebuah dealer Suzuki ada sesosok Suzuki SX4 S-Cross facelift 2018 yang dipajang tanpa pembatas. Agak kotor sedikit, namun kami tak melewatkan kesempatan ini untuk bisa melihat lebih dekat apa yang bakal ditawarkan oleh SX4 S-Cross baru dibandingkan yang lama. Mari telusuri bersama dalam artikel review Suzuki SX4 S-Cross facelift 2018 ini.

Eksterior

Dari pertama kali muncul, Suzuki SX4 S-Cross tidak pernah memukau kami dari segi penampilannya. Tidak cakep, cenderung aneh dan tidak proporsional, malah SX4 lama lebih berkarakter daripada yang baru ini. Itu lho, yang didesain oleh Italdesign Giugiaro dan di-rebadge Fiat sebagai Fiat Sedici. Versi facelift ini sebenarnya sudah muncul lama di luar negeri, hanya saja kemarin kita dijatah yang tipe sebelum facelift. Baru setelah setahun beredar, yang facelift ini siap melenggang.

Suzuki SX4 S-Cross facelift punya lampu depan yang tatanannya lebih padat berisi, terima kasih kepada warna dasar lampu depan yang gelap. Tentu sudah HID, tapi dengan adanya fitur auto leveling dan auto on-off buat lampu proyektornya, sudah lumayan oke buat sebuah Suzuki. LED DRL pun standar, dan bumper baru SX4 S-Cross punya desain yang lebih gagah dengan adanya front skid plate dan bezel foglamp baru. Lebih berkesan ke arah crossover, bukan hatchback.

Gril depan berubah total, dan kami bisa paham siapa yang jadi inspirasi Suzuki : BMW. Bedanya, kalau BMW pakai gril double kidney, Suzuki pakai gril single kidney. Coba saja, kalau gril ini diganti dengan gril double kidney, pasti Suzuki SX4 S-Cross ini jadi baby BMW X1 deh. Segala revisi tampang ini tetap tidak menjadikan SX4 S-Cross cakep, ia tetap aneh. Sepertinya bakal susah bagi mobil ini jadi perhatian di jalan raya.

Pelek Suzuki SX4 S-Cross punya desain 10-spoke baru dengan finishing two tone. Bannya pakai ban JK Tyres berukuran 215/60 R16. Profil 60 masih sama seperti yang lama, tapi bannya lebih lebar dibanding yang lama (SX4 S-Cross lama pakai ban 205/60 R16). SX4 S-Cross ini tetap mempertahankan rem cakram di keempat rodanya. Tentu saja itu sudah termasuk ABS dan EBD sebagai perlengkapan keselamatan standar.

Dibandingkan versi sebelum facelift, Suzuki SX4 S-Cross baru lebih lebar 20 mm, lebih tinggi 5 mm dan radius putarnya melebar dari 5,3 meter jadi 5,5 meter. Fitur keyless entry masih dipertahankan, terbukti via adanya tompel… Maaf, maksudnya tombol smart entry di handle pintu driver dan penumpang depan. Fitur bagus lain yang masih ada adalah auto rain sensor, spion elektrik dengan mekanisme pelipatan elektrik dan sepasang roof rail.

Pada bagian belakang, yang berubah dari Suzuki SX4 S-Cross facelift adalah lampu belakangnya. Desainnya beda namun tetap tidak cakep, namun bagus juga kala tahu kalau lampu remnya sudah LED. Empat titik sensor parkir di belakang sudah siap untuk membantu kala parkir mundur meski tak ada kamera parkir. Seperti biasa, konsumen tetap dapat roof spoiler, rear skid plate berwarna silver dan wiper belakang sebagai standar.

Interior

Buka pintu Suzuki SX4 S-Cross ini dan… Well, nyaris tak ada beda signifikan antara yang lama dan yang baru ini. Kalaupun ada perbedaan yang benar-benar ingin dicari, itu adalah jok berlapis kulit baru, satin finish pada bingkai head unit, garnish chrome buat AC, garnish di pintu dan konsol tengah. Sisanya, semuanya plek banget antara yang lama dengan yang baru. Duduk di kursi pengemudi, posisi mengemudinya ergonomis dan visibilitasnya baik.

Berkat adanya pengatur sliding, reclining dan height adjuster, tak susah mencari posisi menyetir yang enak di sini, apalagi kalau ingat bahwa setirnya bisa diatur maju-mundur dan naik-turun. Di setir ini, tersedia tombol-tombol untuk fungsi cruise control, paddle shift, pengaturan audio dan telepon via bluetooth. Setirnya tidak begitu empuk digenggam, andai bahannya sedikit lebih empuk maka akan lebih nyaman.

Seperti yang sudah disampaikan tadi, jok Suzuki SX4 S-Cross facelift kini kelihatan lebih mewah berkat lapisan kulit, empuk dan nyaman pula kala diduduki. Di sisi kanan driver, ada tombol untuk start-stop engine, sensor parkir dan lampu kabut. Kantung di pintunya sendiri cukup oke, bisa untuk menampung botol minum berukuran 600 ml dan beberapa benda kecil lain, seperti buku komik atau bungkus cemilan.

Bahan interiornya dominan plastik, namun bahannya tidak kasar dan built quality-nya terbilang jempolan dengan minimnya celah yang tak rapat antar panel, bagian interior yang bergoyang parah atau berbunyi aneh. Panel instrumen mempertahankan motif hitam-biru dengan layar MID besar yang informatif dan full color. Kita juga bisa melihat adanya 2 airbag dan 4 speaker di kabin crossover berlogo “S” ini.

Head unit Suzuki SX4 S-Cross punya ukuran layar 7 inci dengan teknologi layar sentuh. Fasilitas standar head unit ini sudah termasuk koneksi bluetooth untuk smartphone, 2 buah port USB, 1 port AUX plus 1 port HDMI untuk melakukan fungsi mirroring dengan gadget anda. Tidak bisa menemukan port tersebut? Buka glovebox penumpang yang lumayan lega itu, maka bakal anda jumpai kabel-kabel USB, AUX dan HDMI.

Tepat di bawah head unit-nya, Suzuki SX4 S-Cross facelift memperlihatkan AC digital dengan 2 kenop putar, di mana satu untuk mengatur suhu hangat atau dingin sementara yang satu lagi untuk mengatur kecepatan kipas. Ada mode auto climate control buat yang tak mau repot, tapi tentu saja tidak dual zone.Defogger depan-belakang bisa difungsikan dengan tombol, termasuk tombol buat mengatur sirkulasi udara di dalam mobil.

Kepraktisan Suzuki SX4 S-Cross mungkin bukan yang paling top di kelasnya, tapi tetap saja mobil ini bisa diandalkan kala harus menyimpan beberapa barang bawaan. Glovebox standarnya lega, kantung pintunya praktis, ada kantung kecil di sisi kanan driver, kompartemen dekat persneling masih muat buat beberapa receh dan kartu parkir. Penutup center console box miliknya kini berlapis kulit dan bisa jadi armrest, kapasitasnya sendiri terbilang standar.

Ruang kabinnya pun bisa diandalkan. Duduk di baris kedua, ruang yang tersedia untuk orang dengan tinggi 178 cm masih memadai. Sisa headroom masih ada, tapi legroom yang bagus menjadi poin plus di mobil ini. Sayang, kantung pintu belakang tidak selega di depan karena hanya muat 1 botol biasa. Untungnya, ia punya armrest plus cup holder dan back seat pocket di kedua jok. Heran, kenapa ada pabrikan yang pelit dengan memberikan 1 back seat pocket di kala pabrikan lain bisa memberikan 2. Oh ya, sandaran jok bisa direbahkan sebanyak 1 step jika perlu.

Bagasi Suzuki SX4 S-Cross punya kapasitas 430 liter, di mana itu berarti lebih dari cukup kalau untuk membawa belanjaan bulanan. Adanya partisi bisa menjamin privasi, tapi sayang tidak ada ruang penyimpanan partisi di mobil ini kala kita tak butuh partisi. Prosesi pelipatan jok pun mudah, tinggal tarik tuas dan dorong joknya. Voila, ruang bagasi jadi lebih besar meski hasil pelipatannya tidak rata lantai, melainkan agak menanjak seperti Mitsubishi Xpander.

Ada sentuhan pintar berupa stopper yang bisa mencegah penutup lantai bagasi jatuh kala kita ingin mengakses ban serep atau tool kit, seperti di mobil-mobil VW. Ban serepnya masih memakai pelek kaleng dengan ukuran full size. Oh ya, tompel di pintu bagasinya itu merupakan electric button untuk membuka pintu bagasi, jadi bukan pakai sistem mekanik konvensional. Ingat, tombol elektrik ya, bukan motorized tailgate opening maksudnya.

Mesin

Kami sendiri sudah cukup familiar dengan apa yang ada di balik kap mesin Suzuki SX4 S-Cross facelift. Mesin berkode M15A dari Suzuki adalah mesin yang sudah dikenal lama, itu kalau tak mau dibilang tua. Speknya adalah 1.500 cc 4 silinder dengan pengaturan katup variabel VVT, tenaga maksimumnya 109 PS di 6.000 rpm dan torsinya 138 Nm di 4.400 rpm. Cukup fair untuk mesin 1.500 cc biasa, dan ia dipadu dengan girboks manual 5 percepatan atau otomatis 6 percepatan.

Terlepas dari kotornya mobil yang kami jumpai, finishing ruang mesin Suzuki SX4 S-Cross tidak malu-maluin. Pengecatannya rata dan tidak meluber, tidak ada pula las-lasan atau sambungan yang tidak rapi. Oh ya, jangan lupa kalau Suzuki SX4 S-Cross ini memakai format FWD alias penggerak roda depan, dan tidak ada perubahan teknis yang berarti di mesin, girboks, suspensi ataupun bahan peredam. Paling ya itu tadi, bannya lebih lebar 10 mm.

Kesimpulan

Suzuki SX4 S-Cross tetap tidak cakep. Segala revisi yang dilakukan Suzuki di sektor penampilan tetap tidak membuat mobil ini sedap dipandang dari sisi manapun juga, bahkan Suzuki Swift dan Ciaz saja masih lebih manis. Anda pakai mobil ini, maka anda akan mudah sekali membaur di tengah-tengah lalu lintas dan tidak ter-notice oleh pengguna jalan lain. Namun sama seperti Baleno, jangan mengharapkan penampilannya, harapkan sektor lain.

Sektor lain yang bisa dijual oleh Suzuki SX4 S-Cross facelift adalah built quality yang bagus, kabin yang lega dan praktis, bagasi yang akomodatif untuk barang bawaan target konsumennya dan value for money yang bagus kala kita meneliti fitur apa saja yang didapat dengan harga 268,85 juta (otomatis) dan 256 juta (manual). Ya, kenaikan harga 7 juta dibanding SX4 S-Cross lama masih terbilang masuk akal dengan segala ubahan eksterior dan jok kulitnya.